IstilahIstilah dalam Pemilu. Pemilihan Umum (Pemilu) adalah proses pemilihan orang-orang) untuk mengisi jabatan-jabatan politik tertentu. Jabatan-jabatan tersebut beraneka-ragam, mulai dari presiden, wakil rakyat di berbagai tingkat pemerintahan, sampai kepala desa. Pada konteks yang lebih luas, Pemilu dapat juga berarti proses mengisi jabatan
Keputusan bersama dengan cara pemungutan suara disebut juga dengan istilah? Pemilihan Umum Mufakat Insting Voting Semua jawaban benar Jawaban yang benar adalah D. Voting. Dilansir dari Ensiklopedia, keputusan bersama dengan cara pemungutan suara disebut juga dengan istilah Voting. Pembahasan dan Penjelasan Menurut saya jawaban A. Pemilihan Umum adalah jawaban yang kurang tepat, karena sudah terlihat jelas antara pertanyaan dan jawaban tidak nyambung sama sekali. Menurut saya jawaban B. Mufakat adalah jawaban salah, karena jawaban tersebut lebih tepat kalau dipakai untuk pertanyaan lain. Menurut saya jawaban C. Insting adalah jawaban salah, karena jawaban tersebut sudah melenceng dari apa yang ditanyakan. Menurut saya jawaban D. Voting adalah jawaban yang paling benar, bisa dibuktikan dari buku bacaan dan informasi yang ada di google. Menurut saya jawaban E. Semua jawaban benar adalah jawaban salah, karena setelah saya coba cari di google, jawaban ini lebih cocok untuk pertanyaan lain. Kesimpulan Dari penjelasan dan pembahasan serta pilihan diatas, saya bisa menyimpulkan bahwa jawaban yang paling benar adalah D. Voting. Jika anda masih punya pertanyaan lain atau ingin menanyakan sesuatu bisa tulis di kolom kometar dibawah. Meskitak ada perubahan apapun," kata Adi Adi kepada SuaraJakarta.idâgrup Suara.comâKamis (4/8/2022). Menurutnya, kebijakan penggantian nama jalan di Jakarta dan nama RSUD menjadi Rumah Sehat untuk Jakarta itu hanya sekadar bolak-balik istilah saja. Baca Juga: Dukung Anies Ganti Nama Rumah Sakit Jadi Rumah Sehat, PKS: Memberikan Aura Positif PENGERTIAN PEMUNGUTAN SUARA voting pemungutan suara Pemungutan suara adalah alat untuk mengeks-presikan dan mengumpulkan pilihan partai atau calon dalam pemilihan. Bangsa Yunani kuno melakukan pemungutan suara dengan menempatkan batu kerikil psephos di sebuah jambangan besar, yang kemudian memunculkan istilah psephology, atau kajian mengenai bermacam-macam pemilihan umum. Menjelang akhir abad ke-19 kebanyakan negara Barat memberikan hak suara kepada sebagian besar pria dewasa dan selama dasawarsa awal abad ke-20 hak itu diperluas kepada sebagian besar wanita dewasa. Pemilihan-pemilihan kompetitif yang bebas di-anggap sebagai kunci bagi demokrasi perwakilan. Berbagai sistem dan perundang-undangan pemilihan diperlukan dalam pelaksanaan pemi-lihan itu. Keduanya mencakup hal-hal sebagai berikut 1. Frekuensi jadwal yang pasti untuk pemilihan sebagaimana terjadi di AS atau pemilihan yang harus diselenggarakan dalam periode waktu yang tetap terjadi di Inggris 2. Tujuan untuk memilih anggota badan legislatif lokal, regional dan nasional dan kepala negara; pemilihan-pemilihan juga dapat diselenggarakan untuk menetapkan masalah-masalah kebijakan, melalui referendum, atau pencalonan melalui pemilihan pendahuluan. 3. Eligibilitas pada dasarnya semua negara membatasi hak suara hanya pada warga negara dewasa, kendati negara-negara tersebut berbeda dalam menetapkan kriteria tentang kedewasaan dan kewarganegaraan. 4. Registrasi para pemberi suara harus diregistrasikan pada daftar atau register pemilih; registrasi di AS lebih rumit daripada di negara-negara lain. 5. Bobot suara sampai sebatas mana sistem menghitung satu orang, satu suara, satu nilai itu bergantung pada tipe sistem pemilihan dan ukuran konstituensi. Kajian tentang perilaku pengambilan suara mendalami beberapa tahap dan menggunakan berbagai pendekatan. Berikut ini beberapa model, berasal dari berbagai latar belakang intelektual, yang meliputi pendekatan historis, data agregat, sosiologi, identifikasi partai, dan isu pemungutan suara. Pertama, pendekatan historis memandang bahwa seringkali dilupakan kenyataan para pemberi suara disodorkan pada pemilihan dengan suatu pilihan partai yang tetap ini semua adalah produk kekuatan historis yang telah lama ada sebelum lahirnya para pemilih masa kini. Karya penting dari Lipset dan Rokkan 1967 menelusuri asal-usul berbagai sistem banyak partai hingga ke peristiwa-peristiwa bersejarah yang paling penting seperti Reformasi dan Kontra-Reformasi, revolusi industri, fase-fase awal pembentukan suatu negara dan revolusi Perancis. Peristiwa-peristiwa formatif ini menimbulkan berbagai sistem kepartaian yang berbeda satu sama lain berdasarkan keterikatan pada agama, kepentingan kelas, dan loyalitas kepada pusat versus pinggiran periferi. Setelah terjadinya berbagai peristiwa ini, sebagian partai mampu terus bertahan dalam berbagai keadaan yang menumbuhkannya. Mereka beradaptasi dengan berbagai kepentingan dan isu baru dan mensosialisasi para pemberi suara agar memberikan suara mereka kepada partai-partai itu. Kedua, pendekatan data agregat yang terkumpul menganalisis data sensus untuk unit tertentu entah itu berupa wilayah, anggota-anggota perwakilan atau daerah pemilihan untuk membangun korelasi-korelasi antara berbagai faktor sosial yang dominan di kalangan penduduk dan kekuatan suatu partai. Pendekatan ini mengalami kemapanan di Amerika Serikat dan Perancis dalam dasawarsa-dasawarsa awal abad ke-20 dan Andre Siegfried mempergunakannya untuk menjelaskan pembagian geografis Perancis menjadi wilayah-wilayah bergaris politik kiri dan kanan. Pendekatan ini akan lebih bermanfaat bila unit yang dikaji memiliki ciri sosial yang mencolok misalnya komunitas pertambangan atau pertanian. Masalahnya adalah bagaimana memindahkan korelasi data agregat ke korelasi data individual. Ketiga, pendekatan sosiologi, yang meng-gunakan survai-survai sampel untuk mewawancarai para pemberi suara, dirintis di Amerika Serikat pada tahun 1940-an Lazarsfeld et. al. 1948 dan memungkinkan dilakukannya kajian-kajian terhadap para pemberi suara individu. Karya ini menunjukkan bahwa faktor-faktor latar belakang sosial seperti kelas, agama dan tempat tinggal mendorong banyak orang untuk memilih partai Republik atau Demokrat. Pendekatan ini juga berguna untuk menunjukkan sampai batas mana partai-partai itu mampu membentuk kelompok-kelompok pendukung yang terpadu. Di Inggris kajian perintis yang dilakukan oleh Butler dan Stokes 1969 menunjukkan arti pentingnya kelas sosial dan agama dalam membentuk basis dukungan partai. Keempat, pendekatan identifikasi partai, yang dipinjam dari disiplin psikologi, dikembangkan oleh Angus Campbell 1960 dan kolega-koleganya di Universitas Michigan. Mereka menemukan bahwa sebagian besar pemberi suara di Amerika Serikat terikat dengan suatu partai politik; mereka memiliki identitas partai, yang sering diwarisi dari orang tua mereka, dan diperkuat dengan pekerjaan, kelas dan lingkungan tetangga mereka. Kenyataan itu menjadi penguat untuk melestarikan perilaku pemberi suara. Pendekatan identifikasi partai pernah memiliki pengaruh besar terhadap kajian-kajian mengenai pemilihan, penelitian antar bangsa dan tipologi pemilihan yang sedang berkembang. Di Amerika Serikat pada tahun 1970-an dan 1980-an identifikasi mengalami kemunduran dalam meramalkan perolehan suara partai. Meskipun para tokoh partai Demokrat memperoleh pedoman yang jelas mengenai identifikasi terhadap para tokoh partai Republik mendapatkan gambaran yang jelas tentang identifikasi para Republik, tapi tetap saja mereka selalu mengalami kekalahan dalam pemilihan presiden. Konsep ini juga berguna membantu membangun [perolehan] suara bagi suatu partai. Kelima, pendekatan voting isu, diilhami oleh Downs 1957 dan diterapkan oleh Himmelweit dan Jaeger 1985. Pendekatan ini menekankan arti penting preferensi-preferensi isu bagi pemberi suara. Menurut Himmelweit, yang menyebutnya dengan istilah consumer model voting, preferensi-preferensi isu yang dibangkitkan oleh kekuatan identifikasi partai dan kebiasaan memberikan suara kepada satu partai tertentu merupakan penentu keputusan dalam memberikan suara. Para peneliti menspesifikasi tiga syarat bagi isu voting pemberi suara harus menyadari isu itu, peduli terhadap isu itu, dan mempersepsi partai-partai sebagai sisi pandang yang berbeda terhadap isu itu, dengan satu partai yang mewakili preferensi isu tersebut. Jika identifikasi partai mengarah pada voting ekspresif, maka pilihan rasional mengarah pada voting instrumental. Kajian-kajian awal mengenai voting menunjukkan sikap apatis dan tidak mau tahu dari banyak pemberi suara dan membuktikan bahwa hanya ada sekelompok pemberi suara minoritas saja yang memenuhi syarat-syarat isu voting itu. Namun penelitian lebih mutakhir, yang membolehkan para pemberi suara menyatakan isu-isu penting mereka sendiri, menemukan bahwa isu voting itu memiliki jangkauan yang lebih luas. Sejumlah pendekatan lain menekankan arti penting cara kerja perekonomian. Penjelasan- penjelasan mengenai pemungutan suara berdasarkan ekonomi akhirnya bisa menerima fakta bahwa ada banyak indikator penting; pengangguran, inflasi, gaji bersih atau optimisme ekonomi yang berbeda bentuknya antara satu pemilihan dengan pemilihan lainnya. Pada sisi ekstrem, model-model yang mengaitkan perilaku pemberi suara dengan angka-angka pengangguran dan inflasi akan menyebabkan kematian partai-partai politik yang sudah mapan. Tetapi pada saat depresi ekonomi, berbagai harapan para pemberi suara bisa surut, sementara kepedulian lainnya menjadi lebih signifikan, atau partai-partai alternatif dianggap kurang menarik bagi pemerintah pada saat sekarang. Dalam pemilihan umum di Inggris tahun 1992 persepsi-persepsi para pemberi suara partai Buruh yang menilai manajemen ekonominya tidak baik telah berpengaruh besar terhadap kemenangan Partai Konservatif yang mengejutkan. Para sarjana juga saling berbeda pendapat mengenai apakah pemberian suara itu bersifat retrospektif artinya, didasarkan atas evaluasi terhadap prestasi pemerintah ataukah prospektif di mana warganegara memberikan suara berdasarkan proposal-proposal kebijakan partai-partai. Pendekatan neo-Marxis atau ra-dikal menekankan hubungan antara pemberi suara dengan negara sebagai pengguna atau konsumen jasa-jasa. Pendekatan ini memotong analisis kelas sosial konvensional dan menekankan arti penting kesempatan kerja di sektor swasta atau negara, atau ketergantungan pada perumahan swasta atau negara, transportasi, pendidikan dan seterusnya. Konsep suara normal normal vote penting sekali untuk mengembangkan tipologi pemilihan-pemilihan dan untuk menafsirkan hasil suatu pemilihan. Bila perubahan itu terbukti dapat bertahan lama maka pemilihan itu sudah kritis, atau perlu diluruskan kembali, dengan mengajukan perubahan jangka panjang dalam hal kekuatan partai-partai. Dengan demikian partai Demokrat menjadi partai mayoritas yang sesungguhnya di Amerika Serikat setelah situasi kritis Roosevelt pada pemilihan tahun 1932, dan kemenangan partai Konservatif di Inggris tahun 1979 tampaknya juga bisa disebut kritis. Pemilihan Pemeliharaan maintaining election adalah pemilihan di mana sebagian besar pemberi suara mengikuti loyalitas-loyalitas partai tradisional mereka dan partai mayoritas yang menang. Pemilihan penyimpangan deviating election adalah pemilihan di mana partai minoritas menang, dalam merespons faktor-faktor jangka pendek yang berkaitan dengan kampanye misalnya kemenangan-kemenangan Eisenhower dalam pemilihan presiden Amerika Serikat tahun 1952 dan 1956. Perubahan cepat dalam bidang sosial dan ekonomi akan melemahkan basis pendukung suara tradisional. Pada gilirannya, hilangnya kesetiaan ini memberikan lebih banyak ruang pada faktor-faktor jangka pendek seperti media massa, kecenderungan-kecenderungan ekonomi dan kampanye, dan calon-calon. Keberadaan berbagai model perilaku pemberian suara dan pengembangan teknik-teknik analisis data yang lebih canggih telah memperkaya pengetahuan kita mengenai pemungutan suara. Secara keseluruhan, apa yang terjadi sesungguhnya merupakan pola yang lebih rumit. Misalnya, apakah identifikasi partai, di luar Amerika Serikat, merupakan sesuatu yang tidak lebih sekadar refleksi dari suara partai? Bagaimana caranya menetapkan tujuan antara preferensi-preferensi isu dan loyalitas partai? Perdebatan jelas akan terus berlanjut. Incoming search termspemungutan suarapengertian pemungutan suarapemungutan suara adalaharti pemungutan suarapengertian votingapa yang dimaksud dengan pemungutan suarapengertian pengambilan suaraapa yang dimaksud pemungutan suarapengambilan suara adalahapa yang dimaksud dengan pengambilan suarajawabanVotingIklanIklanvarlordvarlordKelas Pelajaran PPKNKategori Menghargai Menataati Keputusan BersamaKata Kunci Demokrasi, Voting, Musyawarah, Mufakat,Keputusan Pengambilan keputusan dengan suara terbanyak disebut juga denganistilah VOTING. Voting merupakan satu antara tata cara pengambilankeputusan bersama yang dikenal Indonesia
Disebut juga dengan istilah Voting yaitu pemungutan dengan suara Musyawarah mufakat, dengan musyawarah berkeputusan bulat. bila tidak dapat mufakat, dengan voting atau pemungutan suara terbanyak.
Media sosial tengah digegerkan dengan istilah "Amirul Kazzab". Istilah itu dikabarkan menjadi gelar yang diberikan Raja Salman untuk Presiden Joko Widodo ( Jokowi ). Padahal, dalam Bahasa Indonesia, "Amirul Kazzab" berarti "Pemimpin Pembohong". Apakah benar Presiden Jokowi diberi gelar "Pemimpin Pembohong" oleh Raja Salman?
- Mengambil keputusan bersama adalah perilaku yang menunjukan sikap persatuan dan kesatuan. Mengambil keputusan bersama dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu. Ada dua cara dalam mengambil keputusan bersama, yaitu dengan cara pemungutan suara terbanyak dan musyawarah. Mengambil keputusan bersama dengan cara pemungutan suara terbanyak disebut juga dengan istilah voting. Voting umumnya dilakukan jika dalam musyawarah tidak mencapai kata mufakat, sehingga cara voting dilakukan. Sedangkan cara musywarah dilakukan untuk mencapai keputusan bersama atau mufakat. Kedua cara mengambil keputusan bersama dilakukan bersama dengan orang lain dan hasil keputusan bersama juga harus dilakukan bersama. Lalu, apa saja hal-hal yang harus diperhatikan dalam mengambil keputusan bersama? Yuk, simak pembahasan berikut. "Mengambil keputusan bersama sebagai bentuk peristiwa persatuan dan kesatuan." Baca Juga Jawab Soal Pengambilan Keputusan Bersama, Kelas 5 Tema 4 Subtema 2 4 Hal yang Diperhatikan Ketika Mengambil Keputusan Bersama Mengambil keputusan bersama merupakan kegiatan yang dilakukan sekelompok orang untuk mencapai tujuan dari keputusan tersebut.DalamPemilu, para pemilih dalam Pemilu juga disebut konstituen dan kepada merekalah para peserta Pemilu menawarkan janji-janji dan program-programnya pada masa kampanye. Kampanye dilakukan selama waktu yang telah ditentukan menjelang hari pemungutan suara. Setelah pemungutan suara dilakukan proses penghitungan dimulai.
Terdapat 3 sinonim 'pemungutan suara' di Tesaurus Bahasa Pemungutan Suara SetemanPemilihanPlebisit Kesimpulan Menurut Tesaurus Bahasa Indonesia, sinonim pemungutan suara adalah seteman, pemilihan, plebisit. Sinonim adalah kata yang memiliki persamaan makna dengan kata lain. Daftar sinonim dapat ditemukan di Tesaurus. Prosedurdan tatacara pemilihan, daerah pemilihan, dan tatacara pemungutan suara beserta penghitungan suara dalam pemilu masuk dalam ranah pembahasan manajemen pemilu. Keseluruhan rangkaian proses dalam manajemen pemilu yang didasarkan pada prinsip pemilu disebut 'sistem pemilu'. Istilah dalam PemiluâPilkada Serentak 2017 telah sukses digelar. Kini, Pilkada Serentak 2018 sudah di depan mataâPileg dan Pilpres 2019 pun menjelang. Dalam rangka itu, sudah pasti sejumlah Istilah dalam Pemilu dan atau Pilkada akan mewarnai linimasa berita tanah air, bahkan jagat maya dalam beberapa waktu ke tidak gagal paham, inilah Istilah dalam Pemilu beserta artinya, yang disusun berdasarkan urutan abjad Bawaslu Badan Pengawas Pemilu Lembaga penyelenggara Pemilu yang bertugas mengawasi penyelenggaraan Pemilu di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik IndonesiaBawaslu Provinsi Badan Pengawas Pemilu Provinsi Badan yang dibentuk oleh Bawaslu yang bertugas mengawasi penyelenggaraan Pemilu di provinsiBimtek Bimbingan Teknis Adalah pelatihan/training kepada sejumlah orang yang bakal terkait dalam proses Pemilu, yang akan bertugas dalam proses pemungutan dan penghitungan suara, dan atau bakal bertindak sebagai Saksi partai/Caleg. Biasanya, Bimtek ini dilakukan mandiri oleh satu dan atau beberapa gabungan partai politik peserta Pemilu dan atau Tim Kampanye Calon Presiden, dan Tim Kampanye Calon LegislatifBPP Bilangan Pembagi Pemilih Harga sebuah kursi di satu daerah pemilihan yang berasal dari jumlah pemilih dibagi jumlah kursiBPP DPR Bilangan Pembagi Pemilihan DPR Bilangan yang diperoleh dari pembagian jumlah suara sah seluruh partai politik peserta pemilu yang memenuhi ambang batas perolehan suara 2,5 persen dari suara sah secara nasional di satu daerah pemilihan dengan jumlah kursi di suatu daerah pemilihan untuk menentukan jumlah perolehan kursi partai politik peserta pemiluBPP DPRD Bilangan Pembagi Pemilihan DPRD Bilangan yang diperoleh dari pembagian jumlah suara sah dengan jumlah kursi di suatu daerah pemilihan untuk menentukan jumlah perolehan kursi partai politik peserta pemilu dan terpilihnya anggota DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/kotaCaleg Calon Legislatif Orang-orang yang berdasarkan pertimbangan, aspirasi, kemampuan atau adanya dukungan masyarakat, dan dinyatakan telah memenuhi syarat oleh peraturan diajukan partai untuk menjadi anggota legislatif DPR dengan mengikuti pemilihan umum yang sebelumnya ditetapkan KPU sebagai caleg tetapCalon Independen calon perseorangan Seorang yang mencalonkan diri untuk menduduki jabatan politik tanpa ada dukungan partai politik. Calon independen baru dikenal dalam pemilihan kepala daerah pilkada, bukan pilpres pemilihan presidenCoklit Pencocokan dan Penelitian hasil PemiluDapil Daerah pemilihan Batas wilayah atau jumlah penduduk yang menjadi dasar penentuan jumlah kursi yang diperebutkan, dan karena itu menjadi dasar penentuan jumlah suara untuk menentukan calon terpilihDisdukcapil Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Pelaksana Pemerintah Daerah di bidang Kependudukan dan Pencatatan Sipil yang dipimpin oleh Kepala Dinas dan berkedudukan di bawah dan bertanggungjawab kepada Bupati melalui Sekretaris DaerahDKPP Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Adalah suatu lembaga yang dikhususkan untuk mengimbangi dan mengawasi check and balance kinerja dari KPU dan Bawaslu, serta jajarannyaDPK Daftar Pemilih Khusus Susunan nama penduduk Warga Negara Indonesia yang telah memenuhi syarat sebagai Pemilih berdasarkan Undang-Undang tetapi tidak memiliki identitas kependudukan dan/atau memiliki identitas kependudukan tetapi tidak terdaftar dalam Daftar Pemilih Sementara DPS, Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan DPSHP, Daftar Pemilih Tetap DPTDPKTb Daftar Pemilih Khusus Tambahan Susunan nama penduduk Warga Negara Indonesia yang telah memenuhi syarat sebagai Pemilih berdasarkan undang-undang dan memiliki kartu tanda penduduk atau Identitas Lain atau Paspor tetapi tidak terdaftar dalam DPT, DPTb atau DPK, dan memberikan suara di TPS pada Hari dan tanggal pemungutan suara menggunakan Kartu Tanda Penduduk dan Kartu Keluarga atau Identitas Lain atau PasporDPS Daftar Pemilih Sementara Susunan nama sementara penduduk Warga Negara Indonesia yang telah memenuhi syarat sebagai Pemilih berdasarkan undang-undang dan berhak menggunakan haknya untuk memberikan suara di TPS dalam Pemilu Anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi/DPRA/DPRP/DPRPB dan DPRD Kabupaten/Kota/DPRKDPSHP Daftar Pemilih Sementara Hasil Pemutahiran Hasil koreksi atas Daftar Pemilih Sementara DPS berdasar masukan masyarakatDPT Daftar Pemilih Tetap Susunan nama penduduk Warga Negara Indonesia yang telah memenuhi syarat sebagai Pemilih berdasarkan undang-undang dan berhak menggunakan haknya untuk memberikan suara di TPS dalam Pemilu Anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi/DPRA/DPRP/DPRPB dan DPRD Kabupaten/Kota/DPRKDPTb Daftar Pemilih Tambahan Susunan nama penduduk Warga Negara Indonesia yang telah memenuhi syarat sebagai Pemilih berdasarkan Undang-Undang dan telah terdaftar dalam DPT tetapi karena keadaan tertentu tidak dapat menggunakan hak pilihnya untuk memberikan suara di TPS tempat Pemilih yang bersangkutan terdaftar dalam DPT dan memberikan suara di TPS lainDPTHP Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan Adalah hasil perbaikan dari DPT yang sebelumnya telah Threshold Ambang batas untuk partai politik agar mengikuti pemilu berikutnyaFormulir Model A Digunakan untuk data pemilihFormulir Model A1 Digunakan Pemilihan SementaraFormulir Model A1 Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan AwalFormulir Model Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan AkhirFormulir Model A3 Daftar Pemilih TetapFormulir Model A4 Daftar Pemilih TambahanFormulir Model A5 Surat Pemberitahuan Daftar Pemilih TambahanFormulir Model A6 Rekap DPT Kabupaten/KotaFormulir Model A7 Rekap Daftar Pemilih Tetap ProvinsiFormulir Model C6 Surat pemberitahuan pemungutan suara kepada pemilihFormulir Model C6 PSU Surat pemberitahuan Pemungutan Suara Ulang kepada pemilihFormulir Model C7 DPT Daftar hadir pemilih tetap, yang diisi pada saat pemilih yang sah datang ke TPSFormulir Model C7 DPTb Daftar hadir pemilih tambahanFormulir Model C7 DPK Daftar hadir pemilih khususSimak pula Istilah Politik dan Artinya TerlengkapGakkumdu Sentra Penegakan Hukum Terpadu Adalah pusat aktivitas penegakan hukum tindak pidana Pemilu yang terdiri dari unsur Badan Pengawas Pemilihan Umum Bawaslu, Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi, dan/atau Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten/Kota, Kepolisian Negara Republik Indonesia, Kepolisian Daerah, dan/atau Kepolisian Resor, dan Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Kejaksaan Tinggi dan/atau Kejaksaan NegeriGolput Golongan Putih Kelompok masyarakat yang tidak menggunakan hak pilihnya secara sengaja dan penuh kesadaran karena tidak percaya dengan sistem politik yang adaKampanye Hitam Black Campaign Sebuah upaya untuk merusak reputasi calon/partai dengan cara fitnah dan tuduhan yang tidak berdasarkan faktaâmenjatuhkan lawan politik dengan mengangkat politik identitas/primordialismeâmerusak demokrasi bahkan NKRIKampanye Negatif negative campaign Upaya mengangkat ke publik rekam jejak ketidakberhasilan calon/partai di masa laluKampanye Pemilu Upaya peserta pemilu untuk meyakinkan para Pemilih dengan menawarkan visi, misi, dan program Peserta PemiluKIP Komisi Independen Pemilihan Bagian dari Komisi Pemilihan Umum KPU yang berwenang menyelenggarakan Pemilihan Presiden/Wakil Presiden, Pemilihan Anggota DPR/DPRA/DPRK, serta Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Pilkada di AcehKoalisi Partai Kombinasi dari sejumlah kekuatan partai politik untuk membentuk suara mayoritas sehingga dapat memperjuangkan tujuan secara bersama-samaKPPS Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara Kelompok yang dibentuk oleh PPS untuk melaksanakan pemungutan suara di tempat pemungutan suaraKPPSLN Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara Luar Negeri Kelompok yang dibentuk oleh PPLN untuk melaksanakan pemungutan suara di tempat pemungutan suara luar negeriKPU Komisi Pemilihan Umum Lembaga penyelenggara Pemilu yang bersifat nasional, tetap, dan mandiri yang bertugas melaksanakan PemiluKPU Provinsi Komisi Pemilihan Umum Provinsi Penyelenggara Pemilu yang bertugas melaksanakan Pemilu di provinsiKPU Kabupaten/Kota Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota KPU Kabupaten/Kota Penyelenggara Pemilu yang bertugas melaksanakan Pemilu di kabupaten/kotaLaporan Dana Kampanye Laporan penerimaan dan pengeluaran suatu partai politik peserta pemilu yang disampaikan kepada kantor akuntan publik yang ditunjuk KPU paling lama 15 hari sesudah hari/tanggal pemungutan suaraMK Mahkamah Konstitusi Adalah Lembaga tinggi negara dalam sistem ketatanegaraan Indonesia yang merupakan pemegang kekuasaan kehakiman bersama-sama dengan Mahkamah Agung; MK adalah Lembaga tinggi yang memutuskan suatu sengketa kecurangan dalam PemiluMasa Tenang Masa yang tidak dapat digunakan untuk melakukan aktivitas kampanye, dan pembersihan atribut kampanyeModel C Berita Acara Pemungutan dan Penghitungan SuaraModel C1-PPWP Sertifikat hasil penghitungan suara pasangan calon presiden dan wakil presidenModel C1-DPR Sertifikat hasil penghitungan suara calon anggota dewan perwakilan rakyatModel C1-DPD Sertifikat hasil penghitungan suara calon anggota dewan perwakilan daerahModel C1 Plano Catatan hasil penghitungan suaraModel C2 Pernyataan keberatan saksi atau catatan kejadian khusus pemungutan dan penghitungan suaraModel C3 Surat pernyataan pendamping pemilih, formulir ini digunakan untuk orang yang pendamping pemilih disabilitas saat pencoblosanModel C4 Surat pengantar penyampaian berita acara pemungutan dan penghitungan suara pemilu tahun 2019 di TPS kepada PPSModel C5 Tanda terima penyerahan salinan berita acara pemungutan dan penghitungan suara serta sertifikat hasil penghitungan suaraNIK Nomor Induk Kependudukan Salah satu syarat sebagai Pemilih yang sah dalam PemiluNKK Nomor Kartu Keluarga Salah satu syarat sebagai Pemilih yang sah dalam PemiluParliamentary Threshold Ambang batas partai politik memperoleh kursi di DPRPantarlih Petugas Pemutakhiran Data Pemilih Petugas yang dibentuk oleh PPS atau PPLN untuk melakukan pendaftaran dan pemutakhiran data pemilihPanwaslu/Panwaslih Panitia Pengawas Pemilu/Pemilihan Panitia yang dibentuk oleh Bawaslu, yang bertugas di pusat dan daerahPanwasluKabupaten/Kota Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten/Kota Panitia yang dibentuk oleh Bawaslu Provinsi yang bertugas mengawasi penyelenggaraan Pemilu di kabupaten/kotaPanwaslu Kecamatan Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan Panitia yang dibentuk oleh Panwaslu Kabupaten/Kota yang bertugas mengawasi penyelenggaraan Pemilu di kecamatan atau nama lainPanwaslu Lapangan Pengawas Pemilu Lapangan Petugas yang dibentuk oleh Panwaslu Kecamatan yang bertugas mengawasi penyelenggaraan Pemilu di desa atau nama lain/kelurahanPanwaslu LN Pengawas Pemilu Luar Negeri adalah petugas yang dibentuk oleh Bawaslu yang bertugas mengawasi penyelenggaraan Pemilu di luar negeriPartai Oposisi Partai yang menyatakan berseberangan dengan partai yang sedang berkuasaPartai Politik Organisasi politik yang menjalani ideologi tertentu atau dibentuk dengan tujuan khususâPeserta Pemilu yang telah lolos verifikasi dan ditetapkan KPU RI sebagai peserta PemiluPemantau Pemilu Pemantau Pemilu yang telah diakreditasi oleh KPU, KPU Provinsi, dan KPU Kabupaten/KotaPemilih Warga Negara Indonesia yang telah genap berumur 17 tahun atau lebih atau sudah/pernah kawin, dan bukan anggota TNI/PolriPemilu Pemilihan Umum Pelaksanaan kedaulatan rakyat yang dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945Pemilu Paruh Waktu Pemilu di Amerika Serikat untuk memilih anggota-anggota kongres, parlemen negara bagian, dan beberapa gubernur, tetapi bukan untuk memilih presidenPemilu Sela Pemilihan umum khusus yang diadakan untuk mengisi sebuah jabatan politik yang kosong di antara masa pemilihan umum. Hal ini biasanya terjadi apabila si pemegang jabatan meninggald unia atau mengundurkan diri, atau bila ia tidak berhak lagi untuk tetap duduk di jabatannya karena ditarik recall oleh partainya atau karena menghadapi tuntutan hukum yang seriusPemilu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, DewanPerwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Pemilu untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah provinsi dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah kabupaten/kota dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945Peserta Pemilu Partai politik untuk Pemilu anggota DPR, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota danperseorangan untuk Pemilu anggota DPDPolitik Identitas Bisa disebut pula dengan Politik Perbedaan, yaitu tindakan politis untuk mengedepankan kepentingan-kepentingan dari anggota-anggota suatu kelompok, karena memiliki kesamaan identitas atau karakteristik, baik berbasiskan pada ras, etnisitas, gender, atau keagamaan/kepercayaanâPolitik Identitas dalam Pemilu sangat merusak demokrasi, dan bahkan mengancam unity in diversity kesatuan dalam keberagamanPPDP Petugas Pemutakhiran Data Pemilih Petugas Rukun Tetangga RT / Rukun Warga RW atau nama lainnya yang membantu PPS dalam pemutakhiran data pemilihPPK Panitia Pemilihan Kecamatan Panitia yang dibentuk oleh KPU Kabupaten/Kota untuk melaksanakan Pemilu di kecamatan atau nama lainPPLN Panitia Pemilihan Luar Negeri Panitia yang dibentuk oleh KPU untuk melaksanakan Pemilu di luar negeriPPS Panitia Pemungutan Suara Panitia yang dibentuk oleh KPU Kabupaten/Kota untuk melaksanakan Pemilu di desa atau nama lain/kelurahanPSU Pemungutan suara Ulang Adalah pengulangan pemungutan suara di suatu TPS dan atau beberapa TPS pada suatu daerah, baik berskala lokal maupun nasional, yang berawal dari adanya temuan pelanggaran pemilu, yang kemudian diproses sesuai Undang-undang Pemilu, dan telah ditetapkan/diputuskan penyelenggaraannya oleh pihak terkait, yakni Bawaslu, KPU, dan atau Mahkamah Konstitusi MK.Referendum Disebut juga jajak pendapat, yakni pemungutan suara untuk mengambil sebuah keputusan politik. Pada sebuah referendum, biasanya orang-orang yang memiliki hak pilih dimintai pendapatnya. Hasil refendum bisa dianggap mengikat atau tidak mengikat. Jika mengikat, maka para anggota kaum eksekutif wajib menjalankan hasil jajak pendapat tersebut. Di beberapa negara tertentu seperti Belanda, referendum tidak mengikatSengketa Hasil Pemilu Sengketa terhadap keputusan komisi pemilihan umum atau komisi pemilihan umum di tingkat daerah menyangkut hasil pemiluSurat Suara Lembar kertas yang digunakan bagi pemilih untuk memberikan hak suaraTPS Tempat Pemungutan Suara Tempat dilangsungkannya PemiluTPS Tempat Pemungutan Suara Tempat dilaksanakannya pemungutan suaraTPSLN Tempat Pemungutan Suara Luar Negeri Tempat dilaksanakannya pemungutan suara di luar Parpol Suatu proses tahap akhir penyeleksian yang dilakukan oleh komisi pemilihan umum terhadap semua calon peserta pemilu sebelum ditetapkan menjadi peserta pemiluItulah Istilah dalam Pemilu beserta artinya. Semoga bermanfaat demi Pemilu yang beradab dan bermartabat, sehingga rakyat mendapatkan manfaat sebaik-baiknya dari pesta demokrasi ituâIndonesia pun layak disebut sebagai Negara Demokrasi Terbesar di dunia!dari berbagai sumberBaca pulaIstilah Film yang Sebaiknya Kamu Tahu .