PengertianPengertianLarutan adalah sediaan cair yang mengandung satu atauLarutan adalah sediaan cair yang mengandung satu atau lebih zat kimia yang kimia yang terlarut. Mis : TetapiIdealnya sama dengan nilai isotonis larutan NaCl 0,9 %b/v. Tetapi mata masih dapat tahan terhadap nilai isotonis rendah yang setaramata masih

Koliriummemiliki nilai isotonis yang ekivalen dengan natrium klorida 0,9 %. Batas toleransi terendah setara dengan natrium klorida 0,6 % dan batas tertinggi setara dengan natrium klorida 2,0 % tanpa gangguan yang nyata. Nilai pH air mata normal lebih kurang 7,4. Range pH untuk larutan mata yang masih di perbolehkan adalah 4,5 - 9. ( FI IV

Sedapatmungkin isotonis. DIbuat isotonis agar tidak terasa sakit bila disuntikkan. Arti isotonis adalah mempunyai tekanan osmosi yang sama dengan darah dan caran tubuh yang lain. Rentan pH NaCl 6,7- 7,3 dengan Wadah dan penyimpanan yang tertutup baik. Cek pH sediaan dengan kertas pH. i. Tambahkan NaOH 0,1 N / HCL 0,1 N secukupnya Jawab: 1 massa 1.000 x Mr p 9 gram 1.000 500 gram180 gmol 18 180 m m x m m 0,1 molal − = = = = Jadi, molalitas larutan yang terjadi adalah 0,1 molal 2. b. natrium nitrat 0,3 M Pembahasan: Larutan yang isotonik dengan NaCl 0,3 M ( -nya sama) Untuk NaCl: π = M . larutan 2 liter dan ternyata larutan ini isotonis dengan larutan NaOH 0,1 Denganmenganggap bahwa NaCl terurai sempurna di dalam larutannya, maka larutan yang isotonis dengan 100 mL larutan NaCl 0,1 M adalah A. 100 mL glukosa 0,1 M D. 100 mL H2SO4 0,1 M B. 200 mL urea 0,2 M E. 200 mL CaCl2 0,1 M C. 100 mL urea 0,2 M. Tekanan Osmosis. Sifat Koligatif Larutan. KESIMPULANBerdasarkan pembuatan sediaan tetes mata atropin sulfat ini diperoleh tonisitas larutan sebesar 0,83% (hipotonis), maka penambahan NaCl yang dibutuhkan dalam 10 ml yaitu sebanyak 76,7 mg. Hasil evaluasi sediaan yang didapat berupa larutan yang jernih, tidak berbau dapat menetes selama penyimpanan 3 hari dan memiliki pH sediaan 6. Bahanyang digunakan adalah sebagai berikut : Darah; Larutan NaCl 0,3 M ; HCl 0,1 M Menambahkan 2 tetes larutan NaCl 0,3 M pada kaca benda pertama untuk mengamati krenasi Dari hasil pengamatan proses krenasi sel darah 1 tetes sel darah yang ditambah dengan larutan NaCl 0,3 M setelah diamati di bawah mikroskop cahaya terlihat seperti

Liso= 17 . 3,4 = 0,143 BM 404,84 Larutan thimerosal : c=0,2 g/1000 mL Akan dibuat 200 mL jadi 0,04 g/200 mL Berat thimerosal agar mempunyai efek osmotik yang sama dengan 0,143 adalah= 0,04 g thimerosal x 0,143 = 0,0057 g NaCl Jumlah NaCl yang ditambahkan agar isotonis Y= 1,8 g NaCl - 0,0057 = 1,794 g NaCl diganti dengan propilen glikol

Sebanyak100 mL larutan CH 3 COOH 0,2M dicampur dengan 100 mL larutan NaOH0,2M. Jika K a CH 3 COOH = 1 × 1 0 − 5 , maka pH larutan setelah dicampuradalah . 814. 4.7. Jawaban terverifikasi ( K a = 1 0 − 5 ) dicampurkan dengan 100 mL larutan NaOH 0,2 M, maka pH larutan yang terjadi adalah . 303. 5.0. Jawaban terverifikasi.
.
  • 0z9esuawyy.pages.dev/81
  • 0z9esuawyy.pages.dev/79
  • 0z9esuawyy.pages.dev/292
  • 0z9esuawyy.pages.dev/236
  • 0z9esuawyy.pages.dev/375
  • 0z9esuawyy.pages.dev/290
  • 0z9esuawyy.pages.dev/144
  • 0z9esuawyy.pages.dev/100
  • larutan yang isotonis dengan larutan nacl 0 3 m adalah