Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Penyebab pengalihfungsian lahanMeningkatkannya pertumbuhan penduduk berpengaruh terhadap kebutuhan lahan untuk menunjang kehidupan masyarakat berupa perumahan dan perkantoran. Kebutuhan lahan untuk area pemukiman dan perkantoran biasanya memerlukan luasan yang cukup besar. Selain itu, diperlukan sarana pendukung yang memerlukan lahan yang lebih luas lagi. Akibat dari kebutuhan lahan yang luas tersebut berimbas pada pengalihfungsian lahan dari sektor-sektor, terutama sektor kawasan industri sebagai jantung kehidupan biasanya dilakukan di perkotaan yang notabene merupakan daerah dataran rendah. Sebagaimana kita ketahui bahwa dataran rendah merupakan tempat yang cocok untuk sektor pertanian, utamanya produk yang menjadi komoditas pokok dan bahan baku industri. Dengan alasan pembangunan, keprihatinan terhadap lahan pertanian pun tak lagi diindahkan. Seakan memiliki jalan keluar terbaik dalam penyediaan bahan baku industri itu sendiri. Ketersediaan lahan subur yang semakin berkurang juga merupakan permasalahan yang tengah dihadapi dan belum menemukan titik terang. Namun untuk membangun sarana penunjang, sisa lahan pertanian subur yang semakin sedikit pun harus direlakan. Atas nama pemerintah, kian hari lahan pertanian semakin menyempit akibat pembangunan yang hanya berfokus terhadap sektor industri dan menghiraukan sektor pertanian. Dalam hal alih fungsi lahan ini, selain pertumbuhan penduduk tentunya ada faktor-faktor lain yang dapat mendorong terjadinya alih fungsi lahan. Faktor-faktor tersebutlah yang kemudian mempengaruhi petani maupun pihak lain untuk melakukan alih fungsi lahan. Oleh karena itu perlu kita ketahui faktor apa yang sekiranya paling memiliki pengaruh terhadap pengalihfungsian lahan pertanian. Sehingga kemudian dapat dilakukan pencegahan dan strategi terkait permasalahan alih fungsi lahan pertanian ke non pertanian di penyebab alih fungsi lahan1. Faktor EkonomiLuasan lahan pertanian yang dimiliki dan harga penawaran yang diberikan menjadi pendorong petani untuk melakukan alih fungsi lahan. Petani dengan luasan lahan pertanian yang kecil biasanya adalah yang paling mudah tergiur untuk melakukan kesepakatan terkait alih fungsi lahan. Dengan hasil produksi yang kecil serta tidak dapat menjanjikan untuk masa yang akan datang, dengan sukarela mereka akan merelakan lahannya untuk dialihfungsikan. Tentunya hal tersebut juga dilakukan dengan harga penawaran yang menggiurkan. Berbeda dengan petani pemilik lahan kecil yang orientasinya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Petani yang memiliki lahan yang luas akan mempertahankan lahannya, meskipun harga yang ditawarkan akan sangat tinggi. Hal tersebut karena orientasi produksinya yang sudah pada ekonomi. Namun berbeda halnya apabila lahan sudah tidak lagi subur dan nilai produktivitas Faktor SosialTren pekerjaan pemuda saat ini sangat jauh dari hal yang berkaitan dengan pertanian, sehingga rata-rata pelaku di sektor pertanian merupakan angkatan tua. Banyak sektor lain yang dianggap lebih menjanjikan. Dan sektor pertanian yang terkesan ruwet dianggap sangat tidak cocok dengan gaya hidup pemuda saat ini. 1 2 3 Lihat Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya
Salahsatu faktor pendukung kesejahteraan adalah tersedianya lapangan pekerjaan. Tersedianya lapangan pekerjaan akan membantu negara dalam mengatasi
Jakarta - Indonesia merupakan salah satu negara pendiri Association of Southeast Asian Nations atau ASEAN. Negara-negara ASEAN bekerja sama untuk memajukan Asia Tenggara di berbagai bidang. Tahukah kamu, apa faktor pendorong kerjasama antarnegara ASEAN dan faktor penghambatnya?Kerja sama antar negara ASEAN dilakukan dalam bidang sosial, politik, budaya, pendidikan, dan lain-lain. Kerja sama negara-negara ASEAN juga membantu mencapai kesepakatan bersama dan meminimalisasi masalah yang timbul karena interaksi di berbagai sama antar negara ASEAN terjadi karena sejumlah faktor pendorong dan faktor penghambat. Berikut faktor pendorong dan penghambat kerja sama antarnegara ASEAN seperti dikutip dari buku Ilmu Pengetahuan Sosial SMP/MTs Kelas VIII dari Kementerian Pendidikan dan Faktor pendorongFaktor pendorong kerja sama antarnegara ASEAN yaitu1. Kesamaan dan perbedaan sumber daya alamKesamaan sumber daya alam antara beberapa negara dapat mendorongterbentuknya kerja sama antarnegara. Perbedaan sumber daya pangan di setiap negara ASEAN juga melahirkan kerja Indonesia mengekspor hasil pertanian ke Singapura. Indonesia juga mengimpor beras dari Myanmar dan Thailand untukmemenuhi kebutuhan Kesamaan dan perbedaan wilayah kondisi geografisKarena kesamaan letak geografis, beberapa negara di suatu kawasan pada umumnya mengadakan kerja sama untuk menjaga stabilitas dan keamanan contoh, negara-negara yang terletak di wilayah Asia Tenggara membentuk kerja sama melalui organisasi Faktor penghambatFaktor penghambat kerja sama di kawasan ASEAN antara lain1. Perbedaan IdeologiPerbedaan ideologi dapat menjadi faktor penghambat terjadinya kerja sama antar negara. Tetapi, faktanya, saat ini hampir tidak ada negara ASEAN yang menutup diri dari kerja sama antarnegara Konflik dan peperanganKondisi konflik dan peperangan yang terjadi di dalam negeri maupun antara negara mengganggu stabilitas negaranya sehingga akan menghambat kerja sama Kebijakan protektifSuatu negara dapat menerapkan kebijakan yang bertujuan melindungi kepentingan dalam negeri dan meningkatkan daya saing. Contohnya, sebuah negara tidak menerima impor hasil pertanian karena dapat mempengaruhi kondisi pendapatan hasil pertanian di dalam kebijakan di atas dapat mempengaruhi hubungan antarnegara. Dengan demikian, sebuah kebijakan protektif dapat menghambat kerja sama antarnegara Perbedaan kepentingan tiap-tiap negaraKerja sama dibutuhkan bagi perkembangan dan masa depan negara di dunia. Akan tetapi, dalam kerja sama antarnegara tiap-tiap negara memiliki kepentingan yang kepentingan tiap negara dapat menghambat kerja sama antar sudah tahu ya detikers apa saja faktor pendorong kerjasama antarnegara ASEAN dan faktor penghambatnya. Apa bentuk kerja sama negara ASEAN yang kamu tahu? Simak Video "Momen Jokowi dan Para Pemimpin ASEAN Pakai Batik di KTT Hari Kedua" [GambasVideo 20detik] twu/lusPenelitianini bertujuan u ntuk mengevaluasi kesesuaian alih fungsi lahan pertanian menjadi lahan industri di Kabupaten Kendal dari tahun 2014 s.d. 2018 terhadap Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW Adapun faktor yang mendorong pertanian diantaranya1 Keadaan fisis yang baik untuk pertanian, diantaranya tanah yang luas dan subur, iklim yang baik, dan lapisan tanah yang gembur dan cukup tebal2 Susunan penduduknya menurut mata pencahariannya menunjukan ±10% penduduk Indonesia hidup dari pertanian3 Sektor pertanian menghasilkan lebih dari 50% dari pendapatan nasional4 Penduduk Indonesia cukup banyak, sehingga pertanian membutuhkan banyak tenaga kerja terima kasih sudah mengirim jawabannya
Dilansirdari Encyclopedia Britannica, salah satu faktor pendorong perdagangan internasional bagi suatu negara adalah kemakmuran bagi seluruh masyarakatnya. Kemudian, saya sangat menyarankan anda untuk membaca pertanyaan selanjutnya yaitu Perhatikan berbagai kebijakan pemerintahan berikut ini!
IDENTIFIKASI FAKTOR PENDORONG ALIH FUNGSI LAHAN PERTANIAN Sari Alih fungsi lahan pertanian merupakan salah satu fenomena yang cukup banyak terjadi di ini. Alih fungsi lahan atau konversi lahan merupakan perubahan fungsi baik itu sebagian maupun keseluruhan dari suatu kawasan lahan , dari fungsi semula menjadi fungsi lain. Berdasarkan data statistik Kecamatan Angkona, selama kurun waktu lima tahun terakhir luas lahan kakao menurun, akibat petani mengalih fungsikan lahan mereka menjadi lahan persawahan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor pendorong terjadinya alih fungsi lahan pertanian. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Angkona selama bulan Agustus-September 2017. Adapun sampel dalam penelitian ini adalah petani yang telah melakukan alih fungsi lahan dari tanaman kakao ke tanaman padi yaitu sebanyak 28 petani. Analisis data yang digunakan untuk menjawab masalah penelitian adalah analisis deskriptif, yang berusaha mengkaji faktor pendorong terjadinya alih fungsi lahan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor yang menodorong petani melakukan alih fungsi lahan antara lain , faktor produksi hasil produksi, faktor infrastruktur kecukupan irigasi, faktor ekonomi kestabilan harga, dan faktor budidaya serangan hama dan penyakit. Kata Kunci Alih Fungsi Lahan, Kakao, Padi Teks Lengkap Tidak berjudul Referensi Fauziah, L. N. 2005. “Alih Fungsi Tanah Pertanian Menjadi Tanah Non Pertanian Studi Komparatif Indonesia dan Amerika”. Yogyakarta. Universitas Gajah Mada. Ginting, M. 2005. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Alih Fungsi Lahan Pertanian padi sawah terhadap Pendapatan Petani Studi Kasus di desa Munte Kabupaten Karo. Tesis , Program Pascasarjana, Universitas Sumatera Utara, Medan. Kustiwan, Iwan. 2007. Kajian Permasalahan dan Kebijaksanaan Pengendalian Konversi Lahan Pertanian di Wilayah Pantai Utara Pulau Jawa. Pramono, S. 2015. Analisis Alih Fungsi Lahan Sawah dan Prediksi Produksi dan Konsumsi Beras di Kabupaten Deli Serdang. Skripsi, Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara Medan Suparyono. 1993. Padi. Penebar Swadaya. Jakarta Supriyono. 2009. Cooperative Learning Teori dan Aplikasi Parkem. Pustaka Pelajar. Yogyakarta. Surakhmad. 2000. Pengantar Penelitian Ilmiah Dasar Metode Teknik. Tarsito. Bandung Yusriadi, M. 2005. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Konversi Lahan Tanaman Kakao Menjadi Kelapa Sawit Di Kecamatan Kuala Kabupaten Nagan Raya. Skripsi, Fakultas Pertanian, Program Studi Agribisnis. Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. Refbacks Saat ini tidak ada refbacks.
.